Pengertian Negosiasi, Struktur, Unsur-Unsur Pembangun dan Karakteristik Negosiasi

Pengertian Negosiasi, Struktur, Unsur-Unsur Pembangun dan Karakteristik Negosiasi

Apa itu negosiasi, itulah pikiran pertama saya ketika memulai pelajaran negosiasi. Salah satu pelajaran bahasa indonesia kelas 10 adalah Negosiasi. Menurut saya, materi pelajaran ini sangat penting untuk dipelajari dengan serius.

Mengapa begitu? Karna dalam dunia bisnis, negosiasi sangatlah sering terjadi. Jangankan pada dunia bisnis, kehidupan sehari-sehari saja sudah dipenuhi dengAan negosiasi.


Sadar kah bahwa kalian setiap hari melakukan negosiasi?

Sebelum mempelajari negosiasi, saya tidak sadar kalau negosiasi sudah menemani hidup saya dari SD. Contoh kecil negosiasi adalah saat bangun pagi. Ketika ibu membangunkan saya pada 06.00 WIB , saya selalu mengatakan sebentar lagi atau 5 menit lagi. Disitulah terjadinya negosiasi, karna pada saat bangun pagi saya selalu tawar menawar waktu kepada ibu saya.

Mungkin hal itu tidak hanya terjadi pada saya, semua teman-teman juga pasti melakukan kegiatan tawar menawar waktu pada saat bangun pagi.

Pengertian Negosiasi, Struktur Negosiasi, Unsur Unsur Negosiasi dan Karakeristik Negosiasi



Pengertian negosiasi


Menurut buku pelajaran yang saya baca, Negosiasi adalah proses tawar menawar dengan cara berunding guna mencapai sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak. Definisi dari buku pelajaran saya sangatlah sudah bagus, kata-kata yang diberikan simpel tapi mudah dimengerti.

Jadi, negosiasi bisa diartikan sebagai proses tawar menawar untuk mendapatkan suatu kesepakatan

Tujuan Negosiasi


Tujuan utama dari negosiasi adalah mencapai kesepakatan. Bisa juga diartikan sebagai berikut.

Tujuan negosiasi ialah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan, memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan) mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh dua belah pihak untuk melakukan transaksi atau menyelesaikan sengketa atau perselisihan pendapat

Karakteristik Negosiasi


Negosiasi juga memiliki karakteristik, berikut karakteristik negosiasi yang saya pelajari dari sekolah.

  1. Negosiasi melibatkan kedua belah pihak atau lebih, ini bisa saja perorangan, kelompok, perwakilan organisasi atau perusahaan. Apabila negosiasi tersebut bertujuan untuk menyelesaikan masalah, tentu saja harus ada pihak lain sebagai penengah.
  2. Negosiasi terjadi karna terdapat perbedaan kepentingan. Satu pihak menyampaikan pengajuan dan pihak lainnya menyampaikan penawaran.
  3. Negosiasi diselesaikan dengan cara tawar-menawar maupun tukar-menukar kepentingan.
  4. Negosiasi menyangkut suatu rencana yang belum terjadi.
  5. Negosiasi berpedoman pada kesepakatan, baik berupa kesepakatan ataupun penolakan.

Struktur Negosiasi.


Dalam bernegosiasi, tentunya tidak mungkin langsung mendapatkan kesepakatan. Pastinya ada struktur yang membuat negosiasi itu sehingga mendapatkan hasil kesepakatan ataupun penolakan. Berikut struktur teks negosiasi.

  • Orientasi - Berisi pengenalan awal antara kedua belah pihak yang akan melakukan negosiasi.
  • Pengajuan - Merupakan pengajuan awal dari satu pihak ke pihak lain
  • Penawaran - Karna sudah terjadi pengajuan, tentunya ada penawaran dari pihak kedia atau pihak lain. Disini umumnya terjadi tawar menawar perbedaan dan kepentingannya.
  • Persetujuan - Kesepakatan dari pengajuan dan penawaran antara kedua belah pihak. Disini negosiasi sudah terjadi. Persetujuan tidak selamanya menjadi kesepakatan, bisa juga penawaran dan pengajuan ditolak.

Unsur-unsur pembangun teks negosiasi


Secara umum dan menurut buku-buku refrensi, negosiasi memiliki unsur -unsur pembangun sebagai berikut. Oh iya agar menambah wawasan anda, disini akan didapatkan jawaban dari soal: jelaskan unsur unsur pembangun negosiasi.

  1. Partisipan/orangnya - Merupakan orang yang melakukan negosiasi.

    Negosiasi adalah proses tawar menawar untuk mencapai sebuah kesepakatan. Tanpa partsipan maka negosiasi tersebut tidak akan berjalan. Coba anda bayangkan, siapa yang akan memberi tawaran dan siapa yang akan menawar? Jadi, unsur pembangun teks negosiasi pertama adalah orang yang melakukan negosiasi. Orang tersebut bisa dalam bentuk kelompok maupun perorangan.
  2. Perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak.

    Dalam menciptakan sebuah negosiasi, maka antara kedua belah pihak harus memiliki kepentingan/keperluan yang berbeda. Negosiasi tidak akan berjalan jika partisipannya tidak memiliki kepentingan. Contoh, orang A membutuhkan mangga dan orang B membutuhkan pupuk mangga.

    Karena orang B ini mempunyai mangga dan dia membutuhkan pupuk mangga, jadi dia mengajukan sebuah tawaran untuk menukarkan mangga yang dia miliki ke orang A yang memiliki pupuk mangga. Mereka melakukan negosiasi yang bertujuan untuk menentukan berapa buah mangga agar bisa mendapatkan pupuk mangga.

    Catatan:

    Orang A: adalah orang yang menjual pupuk mangga dan dia ingin memakan mangga.

    Orang B: adalah seorang petani Buah Mangga dan dia membutuhkan pupuk mangga.

    Jadi kedua orang ini memiliki perbedaan kepentingan dan ini sudah termasuk unsur pembangun teks negosiasi beserta penjelasannya.
  3. Ada pengajuan dan penawaran.

    Negosiasi harus memiliki pengajuan dan penawaran. Sebagai contoh, orang A mengajukan 3KG mangga untuk 1KG pupuk mangga. Merasa pengajuan yang kurang cocok, maka orang B menawarkan 2,5KG Mangga untuk 1KG pupuk mangga.

    Dan terjadilah kesepakatan yang termasuk ke dalam unsur pembangun ke empat, yakni persetujuan dan kesepakatan.
  4. Persetujuan dan kesepakatan.

    Setelah menjalani negosiasi yang panjang, akhirnya orang A dan B menghasilkan suatu kesepakatan.
Baca Juga: Unsur Unsur Hukum
Demikian pembahasan tentang Negosiasi, untuk contoh teks negosiasi akan saya bahas pada artikel berikutnya. Jika ada kesalahan kata, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terimakasih
This Is The Oldest Page
Buka Komentar

Tidak ada komentar