Unsur Unsur Hukum, Contoh dan Ciri Ciri Hukum

Unsur Unsur Hukum, Contoh dan Ciri Ciri Hukum

Apa saja unsur unsur hukum? bagaimana ciri ciri hukum? dan apa contoh hukum? Dalam menjalani kehidupan di negara Indonesia, setiap warga negara diwajibkan tunduk dan patuh terhadap hukum yang berlaku di negara ini. Hukum menjadi bagian terpenting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuannya tentu saja agar kehidupan menjadi lebih teratur dan tertata. Selain itu hukum diciptakan juga guna menegakkan keadilan.

Jelaskan unsur unsur hukum, contoh hukum, sebutkan ciri ciri hukum
Secara umum, hukum diartikan sebagai peraturan yang menyangkut norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, dan juga mencegah terjadinya kekacauan. Selain itu ada yang mengatakan bahwa hukum adalah peraturan atau ketentuan tertulis dan atau tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan memberikan sanksi bagi siapapun yang melanggarnya.

A. Unsur Unsur Hukum


Secara umum, ada empat unsur unsur hukum yaitu sebagai berikut :


Peraturan yang mengatur tingkah laku dalam pergaulan masyarakat



Hukum mengatur bagaimana tingkah laku dan pergaulan masyarakatnya. Hal tersebut tentu saja selaras dengan tujuan hukum yaitu untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh, seseorang yang dinyatakan bersalah melakukan tindak kriminal seperti mencuri, membunuh, menjambret, ataupun tindak kejahatan yang lainnya dikenakan hukuman pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini.


Peraturan hanya boleh dibuat oleh badan-badan resmi yang berwenang



Kita tidak bisa seenaknya sendiri membuat hukum dan juga undang-undang. Dalam mengurus hal tersebut ada badan-badan resmi yang berwenang yang mengatur semuanya. Semua peraturan yang ada di negara ini dibuat oleh badan resmi yang sebelumnya telah disepakati bersama terlebih dahulu di dalam sebuah rapat. Contohnya Peraturan Presiden, tentunya hanya lembaga eksekutiflah yang berhak membuatnya, dalam hal ini adalah Presiden.


Hukum itu bersifat memaksa



Secara umum peraturan itu bersifat memaksa. Sifat inilah yang membedakan antara norma hukum dengan norma-norma lainnya yang berlaku di masyarakat. Setiap orang harus mematuhi dan menaati aturan tersebut dan harus siap menerima sanksi sesuai aturan hukum apabila melanggarnya. Contohnya aturan mengenai penggunaan sabuk pengaman. Jika pengendara mobil tidak menggunakannya, maka harus ditilang meski ia menolaknya. Inilah yang disebut unsur hukum yang bersifat memaksa.


Adanya sanksi tegas bagi pelanggar hukum



Setiap yang melanggar hukum di negeri ini, semua akan ditindak dan diberi sanksi yang tegas. Sanksi tersebut disesuaikan dengan hukum perundang-undangan yang berlaku. Sanksi atau hukuman bisa berupa penjara, kurungan, denda, sanksi sosial, hingga hukuman mati. Seseorang yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas suatu perkara akan mendapatkan sanksi berdasarkan putusan peradilan.

B. Ciri-ciri Hukum


Adapun beberapa ciri-ciri hukum yang wajib anda ketahui adalah sebagai berikut:


1. Adanya peraturan yang mengatur mengenai perilaku manusia dalam masyarakat.



Ciri hukum yang pertama adalah adanya peraturan mengenai perilaku manusia dalam masyarakat. Memang setiap manusia memiliki perilaku yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Namun tentu saja perilaku tersebut, tetap harus ada batasan dan tidak sampai melanggar aturan yang ada. Kita hidup di negara hukum, dimana apapun yang kita lakukan semua memiliki konsekuensi hukumnya tersendiri.


2. Peraturan diatur dan dibuat oleh badan berwenang.



Ciri kedua yaitu adanya peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang. Pada suatu negara, termasuk di Indonesia tentunya saja mempunyai badan khusus yang memiliki tugas membuat peraturan perundang-undangan. Badan tersebut bernama DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Selain itu terdapat peraturan presiden yang dibuat oleh Presiden, peraturan menteri yang dibuat oleh seorang menteri, dan lain sebagainya. Semua peraturan tersebut dibuat tentu saja bertujuan agar tercipta kehidupan tatanan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.


3. Peraturan bersifat memaksa.



Peraturan itu bersifat memaksa. Tujuannya supaya hukum atau peraturan dalam suatu negara benar-benar ditaati oleh warganya. Tidak ada pengecualian di dalam hukum, sekalipun anda adalah anak pejabat jika terbukti melanggar peraturan maka tetap harus diberi sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tetapi hukum bukan berarti harus ditakuti, melainkan wajib ditaati demi tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih baik.


4. Adanya sanksi bagi yang melanggar.



Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketika anda berada di negara hukum, maka setiap warganya tanpa terkecuali harus menghormati dan menaatinya. Bagi siapa saja yang melanggar, maka harus siap mendapatkan sanksi sesuai dengan kesalahannya. Sanksi atau hukuman tersebut tentu saja harus berpihak pada semua kalangan, tidak memandang bulu apa dia kaya atau miskin. Semua memiliki kesamaan di depan hukum.


5. Berisi perintah atau larangan terhadap sesuatu.



Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa salah satu ciri hukum adalah peraturan yang dibuat oleh lembaga atau badan yang berwenang. Apa isi peraturan tersebut? Ada dua, yakni berisi perintah dan juga larangan terhadap sesuatu. Contohnya aturan mengenai perintah menggunakan helm ketika berkendara atau larangan melakukan pembunuhan. Semua perintah dan larangan itu telah tersusun rapi di dalam kitab Undang-undang suatu negara.


6. Perintah dan larangan tersebut harus dipatuhi setiap orang.



Perintah dan larangan tersebut benar-benar harus dipatuhi semua orang tanpa terkecuali. Tidak ada seorang pun yang diberi kebebasan untuk tidak mematuhi perintah dan larangan tersebut. Siapapun anda, jadilah warga negara yang baik dengan melaksanakan perintah dan juga tidak melakukan apa yang menjadi larangan di negara ini.



Contoh Hukum dalam Kehidupan Sehari-hari




1. Aturan Lalu Lintas



Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan kendaraan pribadi baik untuk sekolah, bekerja, berbelanja, ataupun melakukan hal lainnya. Sudah barang tentu setiap pengendara bermotor diharuskan menaati peraturan lalu lintas. Seperti mengenakan helm, menyalakan lampu sein ketika berbelok, membawa surat-surat, menyalakan lampu utama, dan lain sebagainya. Tujuannya sangat baik, yaitu demi meminimalisir terjadinya kecelakaan. Jika melanggar, maka harus siap menghadapi konsekuensinya yaitu di tilang oleh polisi lalu lintas.


2. Larangan Mencuri



Mencuri atau mengambil barang milik orang lain tanpa izin merupakan suatu pelanggaran hukum. Hal tersebut tercantum di dalam pasal 362 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) yang berbunyi : Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah (Rp 900.000). Untuk itu jangan pernah sekali-kali mencuri jika tidak ingin mendapatkan hukuman tersebut.


Kesimpulan



Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa hukum setidaknya mengandung beberapa hal diantaranya aturan, larangan, dan juga sanksi. Setiap aturan tersebut harus diikuti, setiap larangan janganlah dilakukan. Bagi seseorang yang melanggar hukum maka ia akan mendapatkan sanksi. Jadilah warga negara yang taat terhadap undang-undang dan hukum yang berlaku di negara ini agar hidup menjadi aman dan tentram. Demikian artikel mengenai  penjelasan unsur-unsur hukum, ciri-ciri Hukum, dan contoh hukum, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Buka Komentar

Tidak ada komentar